Bab 28

1089 Kata

"Ada apa, Nak? Kenapa bersembunyi di belakang Papa?" tanya Adrian mengusap lembut rambut putranya. Sedangkan Jia berada dalam gendongannya yang juga menyembunyikan wajah di ceruk leher sang Papa. "Aku mau pulang saja, Pa!" pinta Jio dengan menundukkan pandangan. "Kenapa pulang? Bukankah kamu mau makan es krim buatan Papa?" Jio menyahut dengan gelengan kepala, bola matanya secara perlahan meneliti beberapa pria dan wanita berseragam yang berdiri tak jauh darinya. Hanya dengan menatap sorot mata Jio, Adrian telah paham apa yang ada di benak putranya. la tersenyum lembut pada Jio, kemudian memberi kode kepada seluruh karyawan kafe untuk berkumpul di sana. Beberapa orang bahkan terlihat ketakutan dan tak berani mengangkat kepala. "Dengar semua, Jio dan Jia adalah anakku yang terpisah s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN