Suasana dalam mobil Orlando sangat canggung. Ini sama sekali bukan dirinya yang sebenarnya, apalagi Disya untuk saat ini tidak bisa memecahkan aura keheningan yang terjadi di dalam mobil Orlando, calon suaminya. Eh? Calon suami? Iya, Orlando sebentar lagi akan menjadi calon suaminya. Miliknya. Memikirkan hal itu membuat Disya tidak bisa menahan senyumnya. Walaupun mungkin pernikahan itu bukan atas unsur cinta. Eh, cinta, hanya saja pihak dari calon suaminya aja belum cinta, tapi Disya percaya dan yakin kalau cinta itu bisa datang kapan saja tanpa disadari kapan perasaan itu mulai tumbuh. "Kenapa senyum-senyum? Lo lagi gila ya?" Seketika senyuman dan khayalan Disya pudar mendengar suara Orlando. Ck, calon suaminya itu, tidak bisa ya bikin hatinya sedikit gembira walaupun dalam khayala

