"Ucapan barusan saat kita berada di atas podium jangan dianggap serius. Gue melakukan hal itu karena gue terpaksa, Dis." Kalimat itu terus menari-nari di dalam pikirannya. Iya, harusnya dia sudah paham bahwa ucapan Orlando saat di atas podium itu hanya aktingnya saja. "Ecie yang bentar lagi mau nikah." Kenzo menggoda Disya sambil mengerlingkan matanya. Yang digoda hanya bisa menutupi wajahnya yang memerah. "Ken, boleh gak curhat sama kamu?" tanya Disya dengan suara pelan. Hal itu membuat Kenzo langsung menaikkan alis sebelahnya. Disya mengambil bantal tidurnya lalu meletakkan bantal tersebut di atas kedua kakinya yang bersila. Sedangkan Kenzo siap mendengarkan curhatan kakaknya. Kali ini, Disya dan Kenzo lagi adem, tidak ada teriak-teriak kayak di hutan ataupun marah-marah tidak jelas.

