"Disya, ke ruangan gue sekarang!" Perintah Orlando dari interkom. Disya tersenyum bahagia saat Olan memanggilnya untuk ke ruangannya. Sebelum ke ruangan Olan, Disya merapikan tatanan rambutnya, lalu merapikan bajunya agar tidak terlihat kusut. Setelah ia yakin sudah rapi, Disya langsung ke ruangan Olan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. "Halo sayang...." seru Disya sambil memasang senyumnya yang merekah. Orlando memandang makhluk Tuhan di depannya dari ujung matanya. Hah, baru dua hari saja Disya membuatnya bikin kepala jadi pusing karena kehadirannya secara tiba-tiba tanpa mengetuk pintu ruangannya terlebih dahulu. Apalagi, kalau sudah masuk ruangannya pasti teriak-teriak. Ini baru dua hari Disya bekerja sebagai sekretarisnya, apalagi Disya bekerja sampai bertahun-tahun lamanya, ala

