Kebenaran Hati Zian

2526 Kata

        Zian mengerutkan alis begitu akan membuka pintu kamar Renata. Terkunci. padahal, biasanya istrinya tidak pernah mengunci pintu kamar.             Menggaruk rambut, ia menghela napas dan dengan pelan mengetuk pintu kamar. “Ren, udah shalat?” Tanya Zian.             Hening.             Zian mencoba mengetuk pintu kamar lebih keras. “Ren, shalat dulu.”             “Udah,” Terdengar suara samar dari dalam kamar.             Zian tertegun. Entah mengapa suara Renata terdengar serak. Apakah istrinya itu sedang sakit tenggorokan? Atau gejala flu?. Ia berjalan menuju dapur dan membuat air jahe untuk Renata.             “Mana Renata?”Tanya Papa begitu masuk dapur.             “Di kamar, Pa.”             “Tumben, biasanya jam segini dia lagi nonton kartun tayo di ruang TV,”         

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN