Suara tangis dari bibir Audri mengisi kekosongan. Renata, Asri, Arka dan Zian hanya berdiri terpaku menatap punggung Audri yang terduduk lemah di samping nisan Adit. Renata paham dengan kesedihan yang di alami Audri, karena Arti Adit untuk mereka sungguh besar. Sepulang sekolah tadi, Renata meminta pada Arka untuk membawanya ke makam Adit yang langsung diiyakan oleh pria itu. Asri yang bersama Arka pun meminta untuk ikut dengan alasan sudah lama tidak ke makam sepupunya. Sedangkan Zian, tanpa kata sepulang sekolah langsung membawakan tas Renata menuju mobil yang diikuti Audri. Renata senang karena Zian berinisiatif untuk menemaninya, meskipun ia harus menahan kesal melihat Asri yang entah sudah berapa kali melirik pada Zian. “Mau langsung pulang?” Tanya As

