Selepas shalat subuh di masjid dan membangunkan Renata. Zian kini tengah menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Renata. Tinggal bersama Renata membuat dirinya mulai hafal makanan kesukaan gadis itu. Berbeda dengan dirinya yang lebih menyukai sarapan roti dan s**u, Renata lebih suka makanan berat seperti nasi goreng, nasi uduk, atau nasi kuning. Sehingga khusus menyiapkan sarapan gadis itu, Zian terpaksa menyiapkannya lebih pagi daripada biasanya. Selesai menyiapkan sarapan, Zian kembali menuju kamarnya untuk berganti baju dengan sarapan. Namun aktifitasnya terhenti begitu mendengar suara dering yang berasal dari HPnya. Zian segera mengambil HPnya. Ia mengerutkan alis melihat nama “Mama”terpampang di layar. Tidak biasanya mertuanya itu menghubungi pagi-pagi.

