Bisakah senja itu tidak turun di saat hatiku sedang tidak baik-baik saja. Ohh bahkan kali ini tubuhku ikut juga dalam ketidakberdayaan itu. Kedatanganku ke negara ini, tidak disambut dengan fisikku yang langsung bisa beradaptasi engan segalanya. Ada hal yang membuatku terbaring di tempat tidur. Setelah dua jam keluar dari rumah untuk menukarkan uang dan mengganti SIM Card. “Uhukkkk … “ aku tak bisa menahan suara itu. Sebuah cairan kental dari hidungku keluar begitu saja setelahnya. Kepalaku berdenyut juga. Rasanya seperti tertusuk sebuah jarum besar. “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Mbak Shella … “ pekik seseorang yang datang dengan suaranya tergopoh. Wanita yang tidak jelas di mataku, karena mataku penuh akan air mata. Pudar. Aku hanya bisa melihat perempuan itu langsung mengambil

