I Love You, Sisil

1772 Kata

Tepat jam lima pagi ketika Sisil membuka matanya. Seketika ia tersenyum melihat sosok yang ada di hadapannya saat ini. Sosok yang selalu berhasil membuatnya jatuh cinta. Ingatan Sisil melayang pada kejadian di malam sebelumnya. Ia mengelus lembut rahang Dion yang ditumbuhi jambang halus. Sisil juga mengelus hidung mancung Dion, kemudian perlahan turun ke bibirnya. Dion yang masih tidur tak menyadari tingkah Sisil. Perlahan Sisil mendekati wajah Dion, memberinya ciuman tepat di kening dan bibirnya. Dion mulai merasakan ada sesuatu yang mengganggu tidurnya. Pelan ia membuka mata dan melihat aksi yang dilakukan Sisil. Ia pura-pura tertidur, membiarkan Sisil melancarkan aksinya. "Hmmm ... pagi, Sayang," ucap Dion. Sisil yang sedang meraba tubuh bagian atas Dion yang dipenuhi bulu seketika t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN