Segala persiapan yang diperlukan untuk kemoterapi pertama Mama Dion sudah selesai. Pagi ini Sisil dan Dion menemani sang mama yang akan menjalani kemoterapi di rumah sakit tempat Ryan bekerja. "Ma, tetap semangat, ya. Jangan takut, aku sama Sisil pasti dukung Mama dengan doa dari sini," ucap Dion saat mengantar Mamanya ke ruang Anyelir yang terletak di lantai dasar. Ruang tersebut memang dikhususkan untuk para pasien yang hendak menjalani kemoterapi. "Iya, Ma. Kita sama-sama berdoa semoga kemoterapi hari ini bisa berjalan dengan lancar. Pokoknya yang perlu Mama pikirkan adalah kesembuhan Mama." Sisil menimpali omongan Dion sambil mengusap lembut lengan mertuanya. "Iya, Di, Sil." Mama Dion menyahut pelan. Dari wajahnya dapat terlihat bahwa ia sedang gugup. Sesaat kemudian, perawat dan do

