part 20

931 Kata
Hari yang di tunggu niken pun tiba dimana dewi dan nia akan ke asrama dan mereka akan menginap di salah satu hotel di Jakarta, niken sudah mempersiapkan keperluan nya dan menunggu kedatangan nia dan dewi sambil membaca buku baru nya, setelah menunggu kira kira 1 jam terdengan suara mobil berhenti di parkir asrama “haloooo sayang mama sudah lama ya tunggu nya tadi mama mampir dulu beli snack kesukaan niken” sambil menunjukan plastic es buah yang segar “wah asiiik ma kita makan di bawah pohon ya, mana tante ma “ niken melihat kearah mobil karena nia belum juga turun “rindu yaaa” nia keluar dari mobil sambil tersenyum serta ikut duduk di samping niken, “hobby kok baca buku beginian ken cepet rontok loh rambut nya” kata nia sambil melirik buku niken yang tebal nya kurang lebih 3 jari “hahaha kalau rontok niken tinggal ke salon lah perawatan” sambil mengayunkan rambut nya dan semua pun tertawa dan menikmati es buahnya. Perjalanan ke hotel pun hanya menempuh waktu 1 jam 15 menit karena macet setelah mereka memasuki kamar hotel niken langsun merebahkan diri di kasur dan tersenyum ria, “ken jadi engga ke mall nya” kata nia setelah membereskan bawaan mereka “jadi donk tan itu kan tujan niken ikut mama sama tante” niken bangun dari kasur dan mulai merapihkan penampilan nya “wi niken mirip niko ya wajah nya” bisik nia ke dewi yang memperhatikan niken dan hanya menggangguk saja menandakan kebenaran tersebut. Mereka ber tiga pun berjalan ke mall yang ada di samping hotel tempat mereka menginap niken tertawa dan tersenyum bahkan sering kali bercanda ria dewi dan nia pun tersenyum melihat nya, dan tiba tiba dewi terdiam saat melihat seseorang yang sepertinya di kenal sedang duduk di café “wi kok diem ketemu oppa oppa korea tah” nia memanggil dewi yang tiba tiba terdiam “kak itu…” dewi menunjuk ke arah yang dilihat nya dan nia pun ikut terdiam “ma tan ngapain diem gitu lagi lomba diam tah” niken menghampiri dewi dan nia yang terdiam niken melihat ke sekeliling yang membuat mama dan tante nya tiba tiba terdiam tanpa sadar dewi pun berjalan menuju arah café dan berdiri agak dekat untuk memastikan seseorang tersebut niken mengikuti dan mengetahui bahwa yang di dalam café adalah rian dan niko serta pak wahyu. Niken langsung mengetuk jendela sambil melambaikan tangan nya dan yang memperhatikan hanya rian yang melambaikan tangan nya dan rian pun terdiam melihat dewi di belakang dewi yang masih terdiam melihat niko “ko ko ko” rian menepuk punggung niko sekuat tenaga “apa sech ian bentar dulu” niko tetap focus ke berkas kontrak yang akan di tanda tangani pak wahyu “ itu ko itu ko” sambil memutar kepala niko biar melihat kearah dewi yang ada di belakang niken, niko pun berdiri dan langsung keluar menuju  dewi, mereka berdua saling menatap “ini beneran kamu wi” Tanya niko melihat dari kaki sampai kepala dewi hanya terdiam dan mengangguk dan matanya keluar air bening tanpa bisa di tahan. Niko langsung memeluk dewi dan meminta maaf berulang kali, niken pun yang melihat kejadian itu terdiam dan bertanya “ma, mama kenal sama om niko” niken berjalan menghampiri dewi yang sedang nagis dan masih berpelukan “wi kenapa niken panggil mama” niko melihat dewi serta menghapus air mata nya “wi bisa jelaskan” niko berusaha bertanya lagi ke dewi tiba tiba PLAAAAK nia datang dan menampar niko “jadi selama ini kami di bohongi” nia marah ke niko dan rian pun yang melihat kejadian tersebut menghampiri nia dan dewi “engga apa ko” Tanya rian sambil melihat niko “ini engga seberapa ian dengan penderitaan dewi, maaf kak saya salah” kata niko. “kak niko benar benar minta maaf, niko sudah mencari dewi ke sana sini tapi nihil” kata niko menjelaskan “ karena ibu mu ya dewi harus membesarkan sendiri niken” sambil merangkul niken nia mulai bersuara pelan “jadi niken” kata niko sambil melihat niken yang masih tidak mengerti apa yang terjadi dewi hanya mengangguk tanpa berkata apa pun karena masih tidak percaya kalau niko suami nya masih ada dan sekarang ada di depan nya. Niko memeluk niken “maaf kan papa ya sayang papa selama ini tidak mengenali kamu padahal kita selama ini dekat” “ma ini benar papa niken om niko” Tanya niken sambil menatap mama nya “sayang benar ini papa niken yang selama ini niken ingin tahu” kata dewi. Tiba tiba seseorang berlari menghampiri keluarga yang baru berkumpul “niken engga apa” Tanya bram yang langsung memeluk niken “opa kok bisa di sini” Tanya niken melihat bram “tadi pak wahyu telp opa kata nya ada niken dan terjadi keributan jadi opa langsung ke sini” bram melihat keadaan niken dari atas dan ke bawah  “papa sudah tau niken itu cucu papa” niko tiba tiba menghampiri bram “ sudah tau malah kita suka jalan ya sayang” bram mengelus kepala niken sambil tersenyum ke niko “kenapa papa engga bilang ke niko” niko mulai agak kesal ke bram yang merahasiakan niken “karena kamu engga bertanya” jawab bram seenak nya “maaf ya wi papa tidak memberitahu kalau niko masih ada karena  papa suka banget liat muka niko kalau lagi kesel cari kamu tidak ketemu” bram menghampiri dan memegang tangan dewi “iya pa salah dewi juga kemarin saat ketemu papa tidak Tanya kebenaran nya” dewi tersenyum sambil melihat niko.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN