Semua bermula tepat sepuluh tahun yang lalu. Langkah sedikit terhuyung membuat Clara berkali-kali menyandarkan pegangan di dinding tembok. Perempuan yang saat itu masih berusia belia mencoba memberitahu sang Ibu yang masih setiap dengan ponselnya. "Ma, kepala Clara sakit," keluh gadis berusia 13 tahun itu. "Apa sih, Clara? Setiap hari bisamu hanya mengeluh saja! Sana-sana, Mama masih sibuk!" usir sang ibu sambil kembali menelepon seseorang di seberang sana. Clara kecil hanya bisa menahan rasa sakit itu dan kemudian berjalan pelan ke arah sang ayah yang sedang berkutat di depan laptopnya. "Pa, kepala Clara sakit. Badan Clara jugaa." Sang ayah menghentikan kegiatannya sejenak lalu segera memegang dahi sang putri. Detik berikutnya pria berkaca mata itu syok saat tau Clara demam tinggi.

