“Aku sudah gila!” gumam Kimi. Tangannya mencengkeram erat stir mobil. Ia memalingkan muka dan tertawa. Tak pernah terlintas sedikit pun di dalam pikirannya bahwa dia akan secepat ini membuka hati untuk pria. Dada Kimi berdetak kencang saat langkah kakinya terhenti tepat di depan kamar rawat Richie. Ia mengangkat tangannya mencoba mengetuk pintu saat sesorang keluar dari dalam sana. Kimi kaget, begitu juga dengan sosok perempuan cantik dengan dress berwarna merah jambu di hadapannya. Perempuan ini, Kimi ingat betul. Perempuan yang sama yang menemui Richie di pabrik. Hati Kimi mencelos, mungkinkah perempuan yang dia tahu bernama Abel ini selama satu minggu menemani Richie di rumah sakit. Tidak, Kimi merasa tidak boleh sakit hati. Siapa dia? Dia tidak memiliki hubungan spesial dengan pri

