“Aku takut jika dalang di balik penusukanmu adalah papa kandungku.” Richie mengernyit, dia masih tidak paham dengan apa yang Kimi katakana barusan. “Bisakah, kamu menjelaskannya!” pintanya sedikit ragu. Kimi pun menganggukkan kepala, menghela napasnya dan melipat ke dua tangannya di depan d**a. Entah kenapa dua anak manusia itu tidak memilih berbincang di dalam, mungkin karena terlalu takut dengan jika berada dalam satu ruangan akan terjadi hal yang tidak diinginkan. “Aku masih ingat dengan jelas saat orangtuaku bercerai, aku masih duduk di kelas satu SD. Aku tidak tahu apa yang membuat mereka menjadi sering bertengkar, hingga hari itu aku melihat mamaku menangis denga luka memar di wajahnya. Papaku melakukan KDRT. Dan kamu tahu apa yang aku katakan ke mamaku?” “Apa?” tanya Richie deng

