"Apa jalan terbaik kita memang harus berpisah?" ~Sunarti~ --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- *** Starla memejamkan matanya, membiarkan air matanya mengalir membasahi pipinya. Lagi-lagi ia merasakan sesak yang luar biasa menghimpit dadanya. Bukan hanya karena perasaan menyesal tidak memberikan kesempatan pada hubungannya bersama dengan Barra, tapi juga karena perasaan rindu yang luar biasa pada laki-laki itu. Sejak kepergian Willy sore tadi, Starla sudah mencoba untuk menghubungi Barra, ia bahkan beberapa kali mengirimkan pesan pada laki-laki itu, namun hingga detik ini belum ada satupun pesan darinya yang di balas oleh Barra, dan hal itu semakin membuat ketakutan Starla bertambah. Jujur, Starl

