Ajakan Evan

1502 Kata

Semakin memasuki kediaman mewah milik Evan, langkah Nia semakin melambat tertahan. Apalagi saat melihat Evan tengah duduk di ruang santai yang memang harus ia lewati. Bukan apa-apa, Nia hanya merasa sedikit canggung sebab sejak kejadian kemarin Evan masih bersikap dinginnya. Padahal tadi sepanjang jalan Nia sudah berdoa agar ia tidak bertemu pria itu pagi ini. Inginnya sih Evan berangkat kerja lebih pagi saja hari ini, namun ternyata kenyataan tidak sejalan dengan keinginannya. Pria tampan itu tampak sibuk membolak-balikan majalah kuliner yang menjadi kebiasaannya tiap pagi. Secangkir kopi terlihat udah siap di meja. Kata Asih, memang kebiasaan Evan tiap pagi minum americano sebelum berangkat kerja. Sebenarnya agak aneh mengawali hari malah dengan sesuatu yang pahit. "Selamat pagi Pak,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN