Pengakuan Aliya

1780 Kata

Nia berjalan ke arah pintu kamar sembari mengikat rambutnya saat mendengar suara pintu kamar yang sedang ia tempati sedang diketuk. Saat pintu dibuka, terlihat bi Asih di depan pintu. "Kenapa Bi?" "Mbak dipanggil Pak Evan," katanya memberi tahu. Dahi Nia agak mengernyit, ia tidak tahu jika Evan sudah pulang. Ini bahkan masih begitu pagi, ia pikir Evan akan pulang pada malam hari. Nia baru saja berencana untuk membangunkan Aliya. Tadi subuh saat ia baru bangun Nia langsung mengecek anak itu di kamarnya, suhu tubuhnya masih panas meskipun tidak sepanas kemarin. Sembari menunggu pagi, tanpa sadar Nia kembali tertidur dan baru bangun beberapa menit yang lalu dan langsung bergegas mandi. Menutup knop pintu kamarnya, Nia berlalu pergi menemui Evan seperti yang dikatakan Asih tadi. Sepertinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN