Bab 77

1027 Kata

Rumah Vinelia itu cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Vinelia memiliki rumah di pegunungan namun suasana kampung halaman Vinelia memang sangat cocok dijadikan tempat menenangkan diri. Suasana pedesaan dengan udara sejuk. View nya kebun teh dan pegunungan. Lagaskar memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah. Sudah pukul sepuluh malam. Saat Lagaskar melewati kedai mie. Kedai sudah tutup. Lagaskar mengetuk pintu rumah beberapa kali namun tidak ada jawaban. Lagaskar mengintip di jendela. Lampu rumah tidak menyala. Tidak seperti biasanya. Setahu Lagaskar baik Vinelia maupun Surya tidak menyukai rumah yang gelap. Mereka tidak pernah mematikan semua lampu saat malam hari. "Vinelia?" Lagaskar mengetuk pintu lagi. Masih tidak ada jawaban apapun. "Ayah?" Lagaskar kembali mengetuk pintu. Masih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN