Pelukan Vinelia terasa begitu hangat. Semakin malam hujan turun semakin lebat. Sup yang dimasak oleh Lagaskar sudah habis sejak setengah jam yang lalu. Mereka duduk di sofa ruang santai yang langsung menghadap pegunungan. Curah hujan di pegunungan jauh jauh lebih tinggi. Jika mereka terlambat sedikit saja. Mereka akan terjebak hujan dan kabut pekat di perjalanan. "Lagaskar kamu ingin menceritakan sesuatu sama aku?" tanya Vinelia. Wanita itu merapatkan selimut. Walaupun tubuh Lagaskar jauh lebih besar dan tinggi dibandingkan tubuhnya namun Vinelia tidak menyerah. Dia tetap mengeratkan pelukannya pada Lagaskar. Vinelia tidak ingin Lagaskar merasa sendirian. Vinelia tidak ingin Lagaskar memikirkan hal buruk yang akan memperburuk keadaan pria itu. "Kenapa kakek memberitahu kamu tentang Vila

