Langit malam kian gelap. Angin berhembus kencang. Vinelia mempercepat langkahnya. Dia yakin hujan akan segera turun. Lagaskar sepertinya tidak akan berhenti melangkah. Vinelia juga yakin Lagaskar tidak memiliki tujuan. "Lagaskar, maafin aku kalau aku menghalangi langkahku kamu tapi kita harus masuk mobil. Hujan turun sebentar lagi." Lagaskar hanya menatap Vinelia sekilas, pria itu kembali melanjutkan langkahnya. Vinelia menggigit bibirnya, bingung harus menghadapi Lagaskar. Bingung cara membuat Lagaskar untuk mendengarkannya. Jarak mobil cukup jauh dari posisi mereka berdiri. Jika mereka kehujanan Vinelia yakin besok akan jatuh sakit. "Aku mohon. Kali ini aja dengerin aku. Kita ke mobil dulu ya. Setelah itu kamu putuskan mau kemana. Aku akan menyetir mobil," ucap Vinelia. Vinelia m

