"Aku ingin Lagaskar." Gamya mencengkram gelas wine nya dengan erat. Tatapan gadis itu tajam. Entah sudah berapa banyak wine yang Gamya teguk malam ini namun gadis itu sepertinya tidak akan berhenti. Gamya terus menerus meneguk wine nya. "Sial, aku akan membunuhmu Vinelia!" seru Gamya. Gadis itu menaruh gelasnya dengan sangat kasar. Menghasilkan bunyi cukup kencang membuatnya menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di club tersebut. Gamya? Tentu saja tidak peduli. Mata gadis itu sudah memerah karena terlalu banyak minum. "Aku benar-benar akan membunuhmu, Vinelia. Aku tidak akan melepaskanmu. Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang. Seharusnya kau meninggal dengan bayimu. Kau seharusnya tidak hidup. Kau tidak pantas hidup. Sial!" seru Gamya. Gadis itu terus bergumam seperti orang gi

