"Vine." Vinelia tersenyum. Kairav menghampiri nya dengan satu cup es kopi. Vinelia kembali ke rumah Surya karena Vinelia ingin menghabiskan banyak waktu bersama Surya ditambah lagi kesehatan pria itu menurun. "Aku pikir kau ke kantor," ucapVinelia. Mereka duduk di taman yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Taman favorit mereka sejak dulu. "Aku tidak datang ke perusahaan setiap hari. Perusahaan memiliki tim manajemen profesional. Aku hanya terlibat untuk mengambil keputusan penting," jawab Kairav. Vinelia mengangguk mengerti. Semenjak Prawira meninggal. Vinelia selalu merasa khawatir. Dia merasa bahaya selalu ada di dekatnya dan Lagaskar. "Kai, kau menemukan sesuatu?" tanya Vinelia. Kairav menaruh es kopinya kemudian mengeluarkan ponselnya. "Gedung tempat ibumu bekerja dulu

