Mobil kami berhenti di salah satu butik yang cukup besar di kota ini. “Monalisa Boutiqe & WO” nama itu terpampang di depan gedung yang akan kami singgahi. Gedung bernuansa putih dan pink itu terlihat sangat megah dan manis. Beraneka gaun-gaun yang indah dipajang di balik dinding kaca gedung ini. “Ayo kita turun, Sayang.” Aku mengangguk. “Hai pak Rafa, kenapa tidak mengabari dulu jika mau ke sini.” Seorang wanita yang bernama Mona menghampiri Rafa dan menyalaminya dengan sangat ramah. Dia juga menyalamiku. Mona adalah MUA yang mendandaniku ketika akad nikah seminggu yang lalu. “Kebetulan mampir mbak. Oiya bagaimana persiapan untuk acara besok, sudah clear bukan?” “Sudah pak, semua sudah clear.” “Okay ... Oiya, Nisa mau cobain gaun pengantinnya. Katanya selama seminggu, berat badannya

