Tak berselang lama semenjak Siska meninggalkan ruangan Rafa, Hendra pun masuk ke ruangan itu. “Bro, tadi ada tamu ya?” tanya Hendra dengan mimik serius. Rafa mengangguk. “Jadi wanita yang bersama anak kecil tadi itu tamu lu,” Hendra duduk di depan Rafa seolah menginterogasi pria itu. “Hhmm ...,” jawab Rafa singkat. Pria tersebut masih berkutat dengan dokumen yang ada di depannya tanpa menoleh sedikit pun ke arah Hendra. “Dia Siska?” tanya Hendra lagi. Rafa mengangguk. “Bro, jangan mentang-mentang lu bosnya jadi semena-mena ke gue. Kalau ada orang bicara tu dilihat,” geram Hendra seraya berjalan menuju lemari pendingin yang terdapat di ruangan Rafa. Pria itu mengambil sebuah kaleng berisi minuman bersoda. Sshhh ... Kaleng itu mendesis ketika Hendra membuka tutup kecil di bagian at

