"Berapa kali kamu melakukan itu sampai kamu mengira kamu hamil?"
"Sekali," jawabku pelan, "sekali doang, Mas," lanjutku.
Kalau boleh jujur, sebenarnya aku melakukan itu bukan atas dasar cinta. Kami terbawa suasana sehingga hal yang tidak diinginkan itu terjadi.
Mas Aarav mengusap wajahnya dengan kasar. Dia sepertinya benar-benar kecewa denganku. "Kapan kamu melakukannya?" tanyanya lagi.
"Tiga hari sebelum Mas Aarav datang ke rumahku."
Napas pria itu seketika memburu, aku memundurkan tubuhku menjauhinya. Takut sekali dia melakukan hal yang kasar.
"Katamu, kamu tidak pernah berhubungan dengan pria lain. Katamu, kamu enggak pernah mencintai pria lain selain saya," Mas Aarav mengambil hiasan kaca di atas nakasku lantas melemparnya. Pria itu benar-benar kalut, "tapi nyatanya apa? Kamu melakukan hal itu dengan pria lain. Memberikan yang paling istimewa untuk pria yang bukan suamimu."
"Aku salah. Saat kejadian itu aku enggak pikir panjang. Aku juga enggak tahu kalau Mas Aarav akan kembali. Jadi, waktu itu aku pikir, aku bisa menerima cinta Fajar dan akhirnya dia yang menjadi suamiku, walaupun aku enggak mencintainya."
Pria itu terdiam sambil menatapku dengan sorot mata tajamnya. Napasnya masih memburu, tetapi tidak ada perbuatan apapun yang dia lakukan.
"Ada hubungan apa kamu dengan Fajar? Apa dia belum menikah salah satu alasannya adalah kamu?" tanyanya setelah beberapa saat terdiam.
Aku menunduk lalu mengganguk pelan. "Dia cinta aku, tapi aku enggak. Aku enggak pernah merasa punya hubungan serius sama dia," aku menarik napas lalu menghembuskannya perlahan-lahan, "kalau Mas tanya alasan dia sampai saat ini belum menikah ya bisa jadi karena aku."
"Saya pernah lihat foto kamu memakai cincin yang sama dengan Fajar."
Aku menegakan kepalaku lalu menatapnya. "Mas, sebenarnya hari tepat dimana Mas datang ke rumah, sehari sebelumnya Fajar melamarku. Dia maksa aku pakai cincin dari dia, awalnya aku enggak mau ya karna saat itu aku belum nerima lamaran dia. Sehari kemudian, Mas Aarav datang. Aku dihadapkan oleh dua pilihan, orang yang aku cintai atau orang yang mencintaiku."
"Saya cinta kamu. Kamu juga cinta saya. Kita saling mencintai," jawabnya cepat.
Aku mengangguk membenarkan. "Makanya, aku pilih Mas Aarav. Tanpa pikir panjang aku langsung menerima lamaran Mas. Besoknya aku bilang sama Fajar kalau aku enggak bisa menerima lamarannya."
Mas Aarav menggeleng-geleng tidak jelas. "Saya enggak nyangka, Dhara."
Aku menatap pria itu lekat. Dari raut wajahnya terlihat jelas bahwa dia sedih dan kecewa saat mengetahui masa laluku. Aku tahu ini akan terjadi, makanya aku berusaha menutupinya rapat-rapat. Namun, sebaik-baiknya kita menyimpan bangkai, baunya akan tercium juga.
Kalau bisa diulang, aku juga tidak ingin kejadian itu terjadi. Kalau saja aku tahu kalau Mas Aarav akan kembali kepadaku, aku tidak akan memberikan hal yang paling berhargaku kepada pria lain yang nyatanya bukan jodohku.
Sekarang yang aku rasakan hanya penyelesalan.
"Saya rasa, kita butuh waktu. Lebih tepatnya bukan kita, tapi saya."
Dia bangun dari duduknya lantas berjalan mendekati pintu. "Saya butuh waktu untuk menerima kenyataan ini. Menerima masa lalumu yang begitu berat untuk saya."
Dia pergi dari kamar lalu meninggalkanku seorang diri.
Ternyata level kemarahan tertingginya bukan marah-marah dengan hebat. Bukan memberikan pukulan-pukulan kasar. Bukan juga mencaci makiku dengan kata-kata pedas. Namun, level kemarahan tertingginya langsung meninggalkanku begitu saja.
Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a.
Di k********a kalian bisa mendapatkan
1. Ebook Lengkap (59 part)
2. Bagian Tambahan Ekslusif di karyakarsa
Sudut Pandang Aarav (10 part)
Sudut Pandang Dhara (3 part)
Sudut Pandang Fajar (1 Part)
Sudut Pandang Penulis (3 Part)
Hanya dengan Rp44.000 kalian bisa akses semua partnya.
Cara belinya:
1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi.
2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Mr. Scary and Our Journey _ TheDarkNight_)
4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih.
Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank.
5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR).
6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".