⚠️ 22 ⚠️

639 Kata
"Mas," ucapku sambil berjalan mendekati Mas Aarav yang sedang duduk di taman belakang. Dia menoleh menatapku lalu melirik ke arah kursi di sebelahnya, "aku mau ambil ijazah Dani di rumah lama. Sekalian mau ambil baju-baju aku yang kemarin belum aku bawa semua." Mas Aarav mengangguk. "Saya antar ya?" tawarannya. "Sibuk nggak? Empat hari kan Mas upacara pengangkatan jabatan." Dia menggeleng lalu bangun dari duduknya. "Ayo, sekarang saya antar. Setelah itu baru saya ke kampus." Dia berlalu dari hadapanku, mungkin mengambil kunci mobil. Aku juga mengikuti langkahnya, tetapi aku langsung menunggunya di depan garasi. Beberapa saat kemudian, kami sudah sampai di depan rumah lamaku. Aku membuka kunci rumahnya lalu masuk ke dalam kamarku. Membuka lemari lantas memasukan baju-bajuku ke dalam koper. "Ijazahnya di mana?" tanyanya saat baru saja masuk ke dalam kamarku, "biar saya bantu ambilkan." Aku menoleh ke arahnya, menghentikan kegiatanku sebentar. "Ada di kamar Dani. Aku aja yang ambil, Mas." "Yaudah," Mas Aarav berjalan mendekati ranjangku yang di atasnya sudah dipenuhi tumpukan baju, "saya yang masukan baju-baju kamu." Aku mengangguk lalu segera melangkahkan kakiku menuju kamar Dani. Aku membuka lemari belajarnya, mengambil tunpukan berkas-berkas sekolahnya lalu mencari ijazah yang dia butuhkan. Aku sempat berpikir sejenak, daripada nanti balik lagi ke sini lebih baik aku mengambil semua berkas-berkas miliknya dan juga milik Lulu. Setelah semua berkas itu sudah berada di tasku barulah aku kembali memutar langkah menuju kamarku. Sesampainya di sana, seluruh bajuku sudah masuk ke dalam koper. "Udah, Mas?" tanyaku berbasa-basi. Dia menatapku dengan tatapan tajamnya. Aku sempat berpikir, sepertinya aku tidak salah apa-apa. Lantas mengapa dia memandangku seperti itu. Aku semakin mendekat ke arahnya, tetapi dia berjalan ke arah pintu lalu menguncinya. Aku memperhatikannya, wajahnya yang datar berubah menjadi memerah. Aku semakin takut, ada apa sebenarnya. "Kenapa, Mas?" tanyaku dengan suara yang tertahan. Aku benar-benar takut dia akan marah. Pria itu memutari ranjang lalu duduk tepat di sampingku. Dia mengeluarkan testpack dari kantungnya dan sontak membuat aku keringat dingin. Bagaimana bisa di menemukan barang itu? "Jelaskan!" ucapnya tegas. Aku terdiam, pikiranku mendadak kosong. "Saya menemukannya di bawah ranjangmu. Saya pikir, tidak mungkin benda ini milik Lulu ataupun Ibumu. Benda itu pasti milikmu." Sial. Kenapa aku bisa teledor sampai benda itu terjatuh, seharusnya sesudah memakainya aku langsung buang. Mas Aarav mengambilkan benda itu lalu menekan-nekan layar testpack digital itu. "Dipakai enam hari sebelum kita menikah," ucapnya sambil membaca. Habislah sudah. Aku tidak bisa beralasan lagi. Semuanya sudah terbongkar karena keteledoranku sendiri. Mas Aarav melempar benda itu ke sembarang arah lalu dia menatapku dengan murka. "Dhara, apa yang saya belum ketahui tentang masa lalumu? Saat kita melakukannya untuk pertama kali, saya kira kamu pernah terjauh atau kecelakaan sampai kamu tidak perawan," Mas Aarav menggengam tangannya dengan erat, berusaha menyalurkan emosinya yang sepertinya tertahan, "tapi ternyata kamu sudah pernah melakukannya itu. Saya bukan yang pertama." Aku terdiam sebentar menggigit bibir dalamku. "Mas," aku menundukkan kepala, "sebenarnya aku pernah melakukan itu dengan Fajar." Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a. Di k********a kalian bisa mendapatkan 1. Ebook Lengkap (59 part) 2. Bagian Tambahan Ekslusif di karyakarsa Sudut Pandang Aarav (10 part) Sudut Pandang Dhara (3 part) Sudut Pandang Fajar (1 Part) Sudut Pandang Penulis (3 Part) Hanya dengan Rp44.000 kalian bisa akses semua partnya. Cara belinya: 1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi. 2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Mr. Scary and Our Journey _ TheDarkNight_) 4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih. Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank. 5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR). 6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN