Pada pagi hari, saat aku sedang membuat sarapan di dapur Dani mendatangiku. Dia bilang kalau Ijazah SMP-nya tertinggal di rumah yang lama sehingga dia meminta tolong agar aku mengambil berkas tersebut.
"Perlunya kapan?"
"Hari Senin." Hari ini masih hari Kamis, masih jauh mendekati hari Senin.
"Hari Sabtu atau Minggu Kakak ambil." Dani mengangguk, mengucapkan terima kasih lalu dia berlalu dari hadapanku.
Sebenarnya hari ini bisa saja aku ambil, tetapi aku sudah lebih dahulu membuat janji dengan Caca, teman kuliahku dulu. Aku sudah lama tidak bertemu dengan perempuan itu. Kami dua sahabat yang dipisahkan oleh keadaan. Dia sibuk mengurusi keluarganya dan aku sibuk mengurusi karirku.
"Dhara," fokusku mendadak luruh saat mendengar suara Mas Aarav dari arah tangga. Dia menuruni tangga lalu berjalan mendekatiku, "masak apa?" tanyanya sambil memelukku dari belakang.
Semalam sehabis drama pindah kamar akhirnya aku dan dirinya kembali berbaikan, meskipun tidak ada kata maaf yang kami ucapkan.
"Semur daging," aku mematikan kompor lalu membalikan tubuhku sehingga berhadapan dengannya, "suka kan?" tanyaku yang langsung dihadiahi anggukan olehnya.
"Mau makan sekarang?"
"Boleh," dia menoleh ke arah belakang, menatap pintu kamar Ibu, "Ibu udah sarapan?" tanyanya.
Aku mengangguk lalu menyendokkan semur daging ke dalam mangkuk. "Udah. Tadi aku belikan bubur."
"Adik-adik?"
"Lagi pada siap-siap sekolah. Kita makan duluan aja gapapa."
"Nunggu mereka aja."
Aku meletakan semur daging di atas meja makan lalu duduk tepat dihadapan Mas Aarav. "Yaudah."
Beberapa saat kemudian, aku dan Mas Aarav sudah berada di garasi mobil. Sebelum masuk ke dalam mobil masing-masing, kami selalu melakukan ritual cium-mencium. Aku mencium tangannya, dia mencium keningku.
"Sebelum ke perkebunan, aku mau ketemuan sama Caca dulu, Mas," ucapku setelah dia mencium keningku lama.
"Iya, boleh," dia mendaratkan ciuman di pipiku, "hati-hati ya, Sayang."
Aku mengangguk. "Iya. Mas juga hati-hati."
Dia tersenyum lalu kami masuk ke dalam mobil kami masing-masing. Kami berjalan beriringan dan baru berpisah saat berada di depan gerbang kompleks.
Aku membawa mobilku menuju sebuah cafe yang terletak di sebelah florist tempat aku bekerja dulu. Cafe itu juga milik Caca, dia mengembangkan bisnisnya ke bidang lain.
"Duduk sini, Ra," ucap Caca saat aku masuk ke dalam cafenya. Aku mengikuti perintahnya lalu mendudukkan diriku tepat di sebuah kolam ikan. Dia memesankan makanan dan minuman kesukaanku sebelum kami memulai bincang-bincang.
"Jadi sekarang lo gimana? Gue udah lama enggak dengar kabar lo," ucap Caca membuka topik pembicaraan.
Aku berdeham lalu menarik kursi agar tubuhku lebih nyaman untuk bersandar. "Gue menikah dengan Pak Aarav. Setelah tujuh tahun kita hilang kontak. Gue juga bingung kenapa tiba-tiba nerima gitu," aku memberi jeda sebentar, "saat ini gue cuma mikir, kesempatan enggak akan datang dua kali. Gue cinta dia, bertahun-tahun gue berusaha melupakan, tapi enggak bisa dan saat dia udah kembali, gue enggak akan melepaskan dia untuk kedua kali."
Caca mendengarkan ceritaku sambil menggeleng-geleng pelan. "Gila. Bisa-bisanya sahabat gue, bucin sampe segininya. Tanpa pikir panjang, langsung gas!" ucapnya diselingi dengan kekehan pelan.
"Emang begitu kali jalannya."
Caca mengangguk pelan lalu kedua matanya menatapku dengan lekat. "Eh, tapi Pak Aarav tahu tentang masa lalu lo?" tanyanya.
Aku terdiam sebentar kemudian menggeleng. "Ga perlu tahu lah, itu kan enggak penting."
"Enggak penting gimana? Masalah itu penting lah, Ra."
"Gue enggak mau cerita. Dia kan protektif dan posesif. Jangan sampai kalau dia tahu, semuanya jadi berantakan. Menurut gue, apa yang udah terjadi pada diri gue, yaudah itu masa lalu gue. Enggak harus semuanya gue ceritain, Ca."
Saat Caca ingin menimpali, tiba-tiba pelayan tokonya datang membawa pesananku. "Makan dulu, Ra." Aku makan pesanan itu lalu semuanya bergulir tanpa membahas masa laluku.
Mungkin Caca menghargai keputusanku.
Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a.
Di k********a kalian bisa mendapatkan
1. Ebook Lengkap (59 part)
2. Bagian Tambahan Ekslusif di karyakarsa
Sudut Pandang Aarav (10 part)
Sudut Pandang Dhara (3 part)
Sudut Pandang Fajar (1 Part)
Sudut Pandang Penulis (3 Part)
Hanya dengan Rp44.000 kalian bisa akses semua partnya.
Cara belinya:
1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi.
2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Mr. Scary and Our Journey _ TheDarkNight_)
4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih.
Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank.
5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR).
6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".