Semenjak aku hamil, suamiku semakin bertambah protektif. Dia tidak pernah mengizinkanku melakukan pekerjaan berat, bahkan memasak pun tidak dia izinkan. Semua pekerjaan rumah sudah dialihkan kepada ART baru kami.
"Minum susunya," ucapnya saat dia baru memasuki kamar. Aku yang sedang membuka laptopku, langsung menoleh ke arahnya.
"Masih ada di meja makan. Aku lupa bawa ke kamar, Mas."
Dia berbalik lalu keluar dari kamar dan tidak lama kemudian, pria itu kembali dengan segelas s**u di tangannya. "Minum dulu," perintahnya. Dia memberikan kepadaku lalu aku meminumnya sampai habis tidak tersisa.
"Buahnya udah dimakan?" tanyanya sambil memutari ranjang lalu duduk tepat di sebelahku.
"Udah, tadi. Sebelum makan malam."
Dia mengangguk lalu mengambil bantal untuk menjadi sandarannya. "Besok pagi mau dibelikan apa?" tanyanya penuh perhatian.
Pertanyaan yang setiap malam dia tanyakan. Biasanya kalau aku ingin sesuatu, misalnya siomay. Besok paginya saat aku terbangun siomay sudah berada di meja makan.
Suamiku memang siaga sekali menuruti kemauan istrinya.
"Lagi enggak mau apa-apa," ucapku lalu kembali fokus menatap layar laptop. Aku mengecek proyek perluasan lahan melalui aplikasi yang terhubung dengan lahanku. Apabila ada yang tidak sesuai, aku bisa menghubungi Lina untuk membenarkannya.
"Besok mau ngecek langsung?" pria itu menggeser tubuhnya sehingga saat ini tubuh kami saling menempel, "besok hari Kamis. Saya bisa mengantar dan menemani kamu."
Aku terdiam masih dengan mata yang memandang laptop.
"Kalau dengan adanya saya kamu jadi merasa diawasi, saya bisa menemani kamu dari kejauhan," tangannya mengusap perutku, "saya mau kamu dan dedek baik-baik aja, tapi kalau kamu merasa saya—"
"Iya, besok. Temani aku ya," potongku cepat. Aku menatapnya lalu tersenyum kecil, "tapi tolong jangan bahas masa lalu aku dengan Fajar."
Pria itu mengangguk. "Saya percaya kamu bisa profesional. Jangan kecewakan saya ya." Aku mengangguk lalu mengecup pipinya.
"Terima kasih sudah menerima masa laluku dan terima kasih kepercayaannya," aku menggengam tangannya dengan erat, "sehabis proyek ini selesai. Aku janji, aku akan memutuskan kontrak kerja antara perkebunanku dengan Fajar."
⚠️
Aku terbangun dan langsung menemukan Mas Aarav yang sudah rapi dengan kemeja hitamnya. "Mas, jam berapa?" tanyaku sambil memperjelas pandanganku.
"Masih jam setengah enam," jawabnya.
Aku menguap lalu menyandarkan tubuhku di kepala ranjang. "Tumben pagi-pagi udah rapi. Aku aja baru bangun."
Dia berjalan mendekatiku lalu duduk tepat di sebelahku. "Kita tunda ya? Besok aja ke perkebunanmu," ucapnya yang sontak membuat kedua mataku membulat.
"Katanya hari ini jadwal Mas renggang. Katanya hari ini mau temenin aku ke perkebunan. Kok malah ditunda?" ucapku cepat.
Pria itu mengangguk lalu mengecup kepalaku singkat. "Saya ada urusan mendadak yang enggak bisa ditunda."
"Oh jadi, urusan itu lebih penting dari janji Mas semalam?"
Dia menggeleng lalu mengusap kepalaku. "Saya enggak bermaksud melupakan janji saya, tapi ada hal lain yang lebih mendesak," wajah seramnya berubah menjadi lebih ramah, "jangan marah ya? Besok saya antar."
Aku membuang pandanganku. "Aku maunya sekarang."
"Sekarang saya enggak bisa, Sayang."
"Urusan apa sih emangnya? Kantor? Kampus?"
Mas Aarav terdiam beberapa saat lantas dia merengkuh tubuhku untuk masuk ke dalam pelukannya. "Saya usahakan siang ini jadwal saya kosong. Nanti saya kesini lalu kita langsung ke perkebunanmu. Bagaimana?" tawarannya.
"Kalau perginya siang, kita bisa pulang larut malam."
"Kita bisa tidur di hotel terdekat. Besok paginya kita pulang," sarannya.
Aku menoleh ke arahnya lalu mengangguk kecil. "Yaudah. Siang ini ya?" Dia mengangguk lalu mengecup keningku lama.
"Saya pergi ya. Sarapan, s**u kehamilan, dan buahnya sudah saya siapkan di meja makan," ucapnya lalu pergi meninggalkanku.
Ternyata begini ya rasanya punya suami super duper sibuk.
Suami yang dibutuhkan dalam banyak hal.
Saking banyak yang membutuhkannya, terkadang kepentingan istrinya dinomorduakan.
Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a.
Di k********a kalian bisa mendapatkan
1. Ebook Lengkap (59 part)
2. Bagian Tambahan Ekslusif di karyakarsa
Sudut Pandang Aarav (10 part)
Sudut Pandang Dhara (3 part)
Sudut Pandang Fajar (1 Part)
Sudut Pandang Penulis (3 Part)
Hanya dengan Rp44.000 kalian bisa akses semua partnya.
Cara belinya:
1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi.
2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Mr. Scary and Our Journey _ TheDarkNight_)
4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih.
Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank.
5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR).
6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".