⚠️ 9 ⚠️

696 Kata
Seperti pagi kemarin. Aku dan Mas Aarav shalat subuh berjamaah lalu dilanjut dengan kegiatan memasak lalu sarapan bersama. Setelah itu aku bersiap-siap untuk menganti bajuku, sedangkan Mas Aarav memilih membuka laptopnya sambil bersandar di atas ranjang. Mungkin pria itu sedang membuka tugas-tugas mahasiwanya. Beberapa saat kemudian aku keluar dari kamar mandi lalu berjalan mendekati meja rias. Memoles wajahku dengan make up tipis. "Mas, baju kerjanya udah aku siapin di meja sebelah lemari," ucapku sambil menatap Mas Aarav dari pantulan cermin. Pria itu menoleh sekilas lalu mengangguk. Aku hanya terdiam, tidak menjawab sambil terus memoleskan foundation di wajahku dan dilanjutkan dengan rangkaian make up selanjutnya. "Mas aku jalan ya," ucapku sambil mengambil tas lalu menyelempangknnya di bahu. "Mau jalan sekarang?" Aku mengangguk, "sini. Peluk dulu," ucapnya memerintah. Aku berjalan mendekatinya lalu memeluk tubuh tegap itu, dia membalas pelukanku dengan erat. Cukup lama kami saling berpelukan sampai akhirnya dia melepaskannya. Dia mengecup keningku lama. "Hati-hati ya," ucapnya. "Iya, Mas." Aku mengambil tangannya lalu mengecupnya, "aku pergi ya." "Saya antar sampai bawah." "Iya. Aku mau pamit dulu sama Ibu." ❤️ Baru aja aku memasuki tol, tiba-tiba ponselku berdering. Aku melirik benda tipis itu sekilas, kontak Mas Aarav terpampang di sana. Aku memilih tidak membacanya karena aku tidak ingin fokusku yang sedang berkendara teralihkan oleh pesan itu. Dari Jakarta sampai ke perkebunanku memang menempuh jarak yang cukup jauh. Setelah dua jam setengah berkendara, barulah aku sampai di sana. Aku memarkirkan mobilku lalu masuk ke sebuah rumah kecil yang menjadi kantor di perkebunan ini. "Lina," panggilku kepada manajer di perkebunan ini. Lina adalah orang kepercayaanku yang mengatur segala urusan di sini. Biasanya dia yang melapor apabila ada sesuatu. "Iya, Bu." Dia berjalan mendekati lalu duduk tepat di hadapanku. "Mana rancangannya?" "Oh, iya. Ada di ruang atas Bu," Lina berdiri dari duduknya, "sebentar ya saya ambilkan sekalian saya panggil Fajar." Aku mengangguk lalu dia pergi dari hadapanku. Sambil menunggunya, aku membuka ponselku lalu membuka pesan dari Mas Aarav. Tadi saat masih diperjalanan hanya satu pesan yang dia kirimkan, saat ini sudah ada tiga pesan. Aku membukanya lalu membacanya dengan cepat. Suamik Hati-hati bawa mobilnya ya, Sayang ? Udah di mana? Udah sampai? Iya, udah Lagi mau bicarakan rancangan lahan sama Lina dan juga Fajar yang akan mengurusi lahannya Baru saja aku ingin mematikan layar ponselku, tiba-tiba ada pesan masuk. Mas Aarav memang fast respons. Suamik Hati-hati bawa mobilnya ya, Sayang Udah di mana? Udah sampai? Anda Iya, udah Lagi mau bicarakan rancangan lahan sama Lina dan juga Fajar yang akan mengurusi lahannya Suamik Semangat ? Jangan sampai kelelahan ya Jangan lupa makan siang Nanti jam makan siang saya ingatkan lagi Anda Iya Udah dulu ya Semangat ngajarnya ? Suamik Kok enggak emot begini ? Tadi saya ngasih kamu emot itu Anda Harus sama? Aku mau begini ? bukan begitu ? Suamik Iya Biar saya makin semangat ngajarnya Anda Ok Suamik Mana Anda Apanya? Suamik Emotnya. Saya nungguin. Anda ? Suamik Ga sopan kamu sama suami. Anda Wkwkwk Kepencet, maaf Suamik Apa itu wkwkwk? Anda Ketawa Suamik Kamu kalau ketawa hahaha, bukan wkwkw Bikin bingung aja Anda Mas, udah ya Lina sama Fajar udah ada di samping aku nih Suamik Emotinya dulu! Anda ???? ??????? ?????? Suamik Saya jadi makin semangat Terima kasih ya Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a. Di k********a kalian bisa mendapatkan 1. Ebook Lengkap (59 part) 2. Bagian Tambahan Ekslusif di karyakarsa Sudut Pandang Aarav (10 part) Sudut Pandang Dhara (3 part) Sudut Pandang Fajar (1 Part) Sudut Pandang Penulis (3 Part) Hanya dengan Rp44.000 kalian bisa akses semua partnya. Cara belinya: 1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi. 2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Mr. Scary and Our Journey _ TheDarkNight_) 4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih. Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank. 5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR). 6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN