Seperti pagi kemarin. Aku dan Mas Aarav shalat subuh berjamaah lalu dilanjut dengan kegiatan memasak lalu sarapan bersama. Setelah itu aku bersiap-siap untuk menganti bajuku, sedangkan Mas Aarav memilih membuka laptopnya sambil bersandar di atas ranjang. Mungkin pria itu sedang membuka tugas-tugas mahasiwanya.
Beberapa saat kemudian aku keluar dari kamar mandi lalu berjalan mendekati meja rias. Memoles wajahku dengan make up tipis.
"Mas, baju kerjanya udah aku siapin di meja sebelah lemari," ucapku sambil menatap Mas Aarav dari pantulan cermin.
Pria itu menoleh sekilas lalu mengangguk. Aku hanya terdiam, tidak menjawab sambil terus memoleskan foundation di wajahku dan dilanjutkan dengan rangkaian make up selanjutnya.
"Mas aku jalan ya," ucapku sambil mengambil tas lalu menyelempangknnya di bahu.
"Mau jalan sekarang?" Aku mengangguk, "sini. Peluk dulu," ucapnya memerintah.
Aku berjalan mendekatinya lalu memeluk tubuh tegap itu, dia membalas pelukanku dengan erat. Cukup lama kami saling berpelukan sampai akhirnya dia melepaskannya. Dia mengecup keningku lama. "Hati-hati ya," ucapnya.
"Iya, Mas." Aku mengambil tangannya lalu mengecupnya, "aku pergi ya."
"Saya antar sampai bawah."
"Iya. Aku mau pamit dulu sama Ibu."
❤️
Baru aja aku memasuki tol, tiba-tiba ponselku berdering. Aku melirik benda tipis itu sekilas, kontak Mas Aarav terpampang di sana. Aku memilih tidak membacanya karena aku tidak ingin fokusku yang sedang berkendara teralihkan oleh pesan itu.
Dari Jakarta sampai ke perkebunanku memang menempuh jarak yang cukup jauh. Setelah dua jam setengah berkendara, barulah aku sampai di sana. Aku memarkirkan mobilku lalu masuk ke sebuah rumah kecil yang menjadi kantor di perkebunan ini.
"Lina," panggilku kepada manajer di perkebunan ini. Lina adalah orang kepercayaanku yang mengatur segala urusan di sini. Biasanya dia yang melapor apabila ada sesuatu.
"Iya, Bu." Dia berjalan mendekati lalu duduk tepat di hadapanku.
"Mana rancangannya?"
"Oh, iya. Ada di ruang atas Bu," Lina berdiri dari duduknya, "sebentar ya saya ambilkan sekalian saya panggil Fajar." Aku mengangguk lalu dia pergi dari hadapanku.
Sambil menunggunya, aku membuka ponselku lalu membuka pesan dari Mas Aarav. Tadi saat masih diperjalanan hanya satu pesan yang dia kirimkan, saat ini sudah ada tiga pesan. Aku membukanya lalu membacanya dengan cepat.
Suamik
Hati-hati bawa
mobilnya ya, Sayang ?
Udah di mana?
Udah sampai?
Iya, udah
Lagi mau bicarakan
rancangan lahan sama
Lina dan juga Fajar
yang akan mengurusi
lahannya
Baru saja aku ingin mematikan layar ponselku, tiba-tiba ada pesan masuk. Mas Aarav memang fast respons.
Suamik
Hati-hati bawa
mobilnya ya, Sayang
Udah di mana?
Udah sampai?
Anda
Iya, udah
Lagi mau bicarakan
rancangan lahan sama
Lina dan juga Fajar
yang akan mengurusi
lahannya
Suamik
Semangat ?
Jangan sampai kelelahan ya
Jangan lupa makan siang
Nanti jam makan siang
saya ingatkan lagi
Anda
Iya
Udah dulu ya
Semangat ngajarnya ?
Suamik
Kok enggak emot begini ?
Tadi saya ngasih kamu emot itu
Anda
Harus sama?
Aku mau begini ?
bukan begitu ?
Suamik
Iya
Biar saya makin semangat
ngajarnya
Anda
Ok
Suamik
Mana
Anda
Apanya?
Suamik
Emotnya.
Saya nungguin.
Anda
?
Suamik
Ga sopan kamu
sama suami.
Anda
Wkwkwk
Kepencet, maaf
Suamik
Apa itu wkwkwk?
Anda
Ketawa
Suamik
Kamu kalau ketawa hahaha,
bukan wkwkw
Bikin bingung aja
Anda
Mas, udah ya
Lina sama Fajar udah
ada di samping aku nih
Suamik
Emotinya dulu!
Anda
????
???????
??????
Suamik
Saya jadi makin semangat
Terima kasih ya
Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a.
Di k********a kalian bisa mendapatkan
1. Ebook Lengkap (59 part)
2. Bagian Tambahan Ekslusif di karyakarsa
Sudut Pandang Aarav (10 part)
Sudut Pandang Dhara (3 part)
Sudut Pandang Fajar (1 Part)
Sudut Pandang Penulis (3 Part)
Hanya dengan Rp44.000 kalian bisa akses semua partnya.
Cara belinya:
1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi.
2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Mr. Scary and Our Journey _ TheDarkNight_)
4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih.
Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank.
5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR).
6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".