Kuntilanak Merah

1379 Kata

, Rintik hujan mulai memudar, menyisakan kelembaban di setiap tanah. Hujan malam itu memang tidak deras, hanya rintik kecil saja yang disertai kilatan petir. Jadi semua dedaunan tidak basah seutuhnya. Safira menyusuri jalanan yang sudah sunyi. Tak ada sekalipun rumah yang terbuka pintunya. Bahkan perumahan penduduk terlihat remang-remang lantaran lampu sudah dimatikan. Maklum, waktu itu jam menunjuk pukul 01.30 dini hari, jadi semua memang lagi asyik-asyiknya terlelap. Apalagi hawa dingin yang lagi memuncak, menyesap setiap kulit siapa pun yang merasakannya. Wanita itu menghentikan langkahnya. Tepat di antara jalanan yang becek, ia termangu. Maniknya berhasil menangkap sesuatu di ujung jalan. Menyerupai orang yang tengah berjalan di kegelapan. "Sialan, siapa lagi itu? Apa itu penjaga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN