Tumbal Jabang Bayi

1563 Kata

Malam belum usai. Masih merangkak, menjalar ke segala penjuru. Kelam menciptakan bisu dalam kesunyian. Saat ini jarum jam menunjuk pukul 03.00 dini hari. Kemungkinan subuh akan menyongsong satu jam kemudian, namun langit masih membekam awan hitam. Renatha terlihat pulas dalam tidurnya. Tetapi entah mengapa ia mendadak terjaga. Matanya membengkak akibat hawa dingin yang menyesap. Napasnya tiba-tiba memburu. Dadanya sesak, tubuhnya kejang. Ia memegangi perutnya yang besar itu seraya merintih kesakitan. Mungkinkah sudah saatnya ia melahirkan? Bisa jadi. Tak tahan dengan rasa sakit yang menjalar, ia menepuk-nepuk perutnya sendiri. Rasa nyeri itu tak kunjung hilang, malah semakin parah. Mulutnya berteriak, hingga memuntahkan banyak darah. Bagaimana bisa? Padahal ia tidak memakan makanan yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN