Darah Perawan

1545 Kata

Pagi itu suasana sedikit cerah. Dengan awan kumulus yang menggantung dan semburan angin tipis, sudah membuat suasana begitu indah. Tampak Azam tengah sibuk memandikan mobilnya di halaman rumah. Dengan menggunakan air dari selang, ia membersihkan kendaraan kesayangannya itu. Dilihatnya Safira tengah pulang dari pasar. Kedua tangannya penuh dengan belanjaan, bukan sayur mayur segar ataupun buah ranum, melainkan beberapa ekor ayam yang masih hidup. Azam terheran saat melirik ke arah istrinya, terutama pada ayam-ayam yang dipeganginya. "Ayam sebanyak itu untuk apa, Fira? Masih hidup pula, kalau mau dimasak kenapa enggak beli yang sudah dipotong aja. Kan nantinya enggak usah ribet." Lelaki itu berkomentar. "Aku hanya mau pelihara saja, Bang," jawab Safira seenaknya. Padahal ia membeli semua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN