Maria masih termenung, memikirkan semua kejadian serta hal-hal tak terduga yang selama ini terjadi di belakangnya. Tidak ada keluarganya yang tahu kecuali dirinya seorang. Gadis itu duduk di pinggiran ranjang dengan raut wajah kecemasan. "Maria, kamu kenapa?" Kareem yang melihat istrinya terbengong, langsung bertanya padanya. "Apa ada sesuatu yang ingin kamu ceritakan? Katakan saja, siapa tahu beban itu akan berkurang." Maria menatap ke arah Kareem. Masih menimbang-nimbang, apakah ia harus mengatakan tentang kebenaran Safira dan juga kecurigaannya terhadap Azam, atau lebih baik menyimpannya? "Tidak-tidak, aku akan menyimpan ini dulu sebelum semuanya berhasil terpecahkan," pikirnya. "Aku hanya memikirkan Abah," ujar Maria sembari tersenyum tipis. "Soal setan tadi?" tanya Kareem lagi.

