Jemputan Iblis

1327 Kata

Embusan angin malam mengibas bebas. Genderang berbunyi sunyi. Mengiang di segala penjuru. Awan bara membawa kelam dalam ilusi. Hitam pekat menyelimuti... Sssst..... Sssssttt.... Suara aru berbisik nyaring, pelan namun merinding. Alunan angin mengalahkan ilusi samar. Membangunkan bulu roma yang kian bermimpi. Tegang laksana pedang, yang menghujat di kegelapan malam. Sayup-sayup membisik di setiap kalbu. Hening menyelimuti bumi, menabur kesunyian dalam pekat. Kelam telah benar-benar menjemput, meninggi hingga tak bisa terusik lagi. Saat ini ustadz Azam tengah begitu lelapnya tertidur, hingga tak menggubris alam sedang marah besar di luar sana. Dia hanya terbaring di ranjang sendirian, menikmati tidur nyenyak di kasur empuk. Sedangkan istrinya, wanita lumpuh itu selalu tidur di atas kursi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN