"M-maria..." Kini giliran Azam yang bersuara lirih. "A-aku juga bersalah padamu. Aku juga ingin jujur padamu, sebenarnya ... setan yang selama ini menerormu itu adalah setan kirimanku. Aku yang memerintah setan-setan itu untuk mengganggumu, karena aku tidak ingin kamu menikah dengan Kareem. Karena kalau kamu menikah, Abah Zubair pasti akan mengangkat menantunya itu sebagai pengganti dirinya sebagai imam. Karena sifat ketamakanku, membuatku ingin menjadi hebat di hadapan semua orang. Maafkan aku Umi, Maria, Kareem, Pak Ibrahim." Setelah mengatakan itu, akhirnya Azam juga ikut menutup mata. Semua sudah berakhir. Kebenaran telah terbongkar dengan sendirinya. Lantas, apa yang akan terjadi sekarang? "Maria, sebaik-baiknya umat adalah, bagaimana dia bisa memaafkan kesalahan orang lain dengan s
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


