Di sebuah gudang yang cukup gelap, tak ada penerang lampu kecuali terowongan yang menyorot cahaya dari luar, Safira tengah duduk di kursi roda dengan tubuh yang terikat. Mulutnya dibungkam dengan kain lusuh. Sedangkan matanya hanya bisa memandangi sesajen dan persembahan yang berantakan. Wanita malang itu telah disekap seseorang. Tubuhnya ia gerakkan, mencoba melepas ikatan yang melilit tangannya, namun nihil. Bahkan ia tak bisa meneriakkan kata untuk meminta pertolongan. "Wanita Setan!" Suara seorang perempuan memecah telinga Safira yang masih mencoba melepas diri. "Apa kamu tidak malu sama suamimu yang seorang ustadz? Tak kusangka, ternyata kamu adalah penjahat sesungguhnya." Gadis itu melepas kain yang menyumpal mulut Safira hingga akhirnya wanita malang itu bisa bernapas lega. Safi

