Melarikan diri

1141 Kata
Senja kini berganti malam , rintik hujan menemani kesunyian malam , ditengah deras nya hujan seorang gadis berjalan gontai ,dia terus berjalan tanpa lelah ,tanpa merasa kedinginan hati nya hancur seolah tak tersisa , ingatan nya terus melayang pada kejadian tadi siang. flash back on Setelah kejadian dimana dia menemukan sang suami berselingkuh di hari pertama setelah pernikahan nya ,kemudian dia pulang kerumah sang nenek dan menceritakan semua nya pada sang nenek termasuk menceritakan keinginan nya untuk berpisah dengan sang suami . Hasna sang nenek yang tak terima dengan perlakuan yang di terima dira ,akhirnya mengurus surat perceraian dira dengan fahmi , satu minggu stelah itu hakim menyatakan dira dan fahmi bercerai . " karna permohonan dari pihak penggugat dan juga beserta bukti-bukti yang kuat dan tidak di sangkal juga dari pihak yang tergugat maka dengan ini sodara Anindira shirly Alnaira dan fahmi al barak saya nyatakan resmi bercerai " setelah hakim ketuk palu , dan mereka resmi becerai tanpa kata dia pergi meninggalkan ruang pengadilan , saat kakinya melangkah keluar seseorang memanggil namanya, "Anindira ?" Anindira berbalik menatap datar pria yang kini berjalan kehadapan nya ,dengan senyum miring dan tatapan sinisnya. "Selamat atas perceraian kita mantan istri satu hari " dia menatap dira dan kemudian mengulurkan tangan nya membelai pipi mulus dira. "singkirkan tangan kotor anda dari wajah saya tuan fahmi al baraq , saya tidak sudi tangan kotor anda menyentuh saya walau hanya sejengkal pun ?" "cih.... " fahmi berdecih ya pria itu adalah fahmi mantan suami dira " lo pikir gue mau deket-deket sama lo , lo liat di sekeliling kita banyak wartawan , gue hanya ingin berbasa-basi agar terlihat ramah dengan sang mantan istri tercinta , walau sebenernya gue jijik ." dia tersenyum meremehkan . Tangan dira terkepal , d**a nya terasa sesak mendengar ucapan sang mantan suami ,harga dirinya seolah tercabik-cabik bahkan tidak ada kata maaf dan rasa bersalah yang terpancar di wajah sang mantan suami . tanpa kata dia pergi meninggalkan fahmi . flash back off Setelah kejadian siang tadi di pengadilan dira pergi menginggalkan area pengadilan tanpa memberitahu sang nenek juga siapapun ,hatinya begitu pedih dan sakit , walau pernikahan nya hanya sehari tapi perlakuan fahmi begitu membekas meninggalkan luka yang tak munkin akan cepat pulih . harga dirinya seolah terinjak-injak . dira berjalan tanpa tujuan di tengah gimircik hujan dan gelapnya malam , saat dia tengah berjalan kepalanya mulai pusing matanya berkunang-kunang , dia tetap memaksakan berjalan walau dengan sempoyongan . Dari arah berlawanan mobil honda civic melaju kencang dan ketika dira sedang berjalan tiba-tiba tubuhnya terhuyung seolah terhantam sesuatu yang keras, brukk....... Tubuh dira terpental ke sisi jalan , badan nya terasa nyeri kepalanya terasa pusing hingga kegelapan yang ia rasakan . "Astagfirulloh mang diman , apa yang mang diman tabrak" teriak sang wanita paruh baya di dalam mobil tersebut . " Ya alloh nyonya sepertinya saya menabrak orang ?" sang supir gemetaran , "Astagfirulloh mamang gimana inih , ayo kita liat kita tolong. " " Bba..baik nyonya ," dengan gemetaran sang supir yang di panggil mang diman turun dan menghampiri sang korban yang ia tabrak . "Astagfirulloh nyonya ....nyonya dia perempuan , " dia berteriak memanggil sang majikan . Sang wanita setengah paruh baya berlari mendekati sang supir stelah sang supir memastikan korban yang ia tabarak . . " Astagfirulloh , bagaimana ini mang ?. " "maaf nyonya biar saya periksa dulu apakah dia masih bernafas atau tidak ?" "biar saya saja mang , dia perempuan maka saya saja yang memeriksa," "Baik nyonya ." Dengan tangan bergetar sang wanita paruh baya membalikan badan sang korban lalu memeriksa denyut nadi dan nafasnya . "ALHAMDULILLAH mang dia masih hidup masih bernafas, ayo mang angkat bantu saya bawa ke mobil, kita bawa kerumah sakit ." "Alhamdulillah , ayo nyonya" sang supir begitu bersyukur korban yang ia tabrak masih hidup setidaknya dia tidak akan merasa bersalah seumur hidupnya. sang supir membopong tubuh dira d bantu sang majikan . dan stelah memasukan nya kemobil sang supir melajukan mobilnya mencari rumah sakit terdekat. Setelah mencari-cari rumah sakit terdekat ,akhirnya dia menemukan rumah sakit 100 km dari jarak dia menabrak gadis tersebut . setelah tiba di area pintu masuk UGD sang supir turun dari mobil dia berlari meminta pertolongan perawat di dalam UGD , 2 perawat berlari sambil mendorong brangkar ke pintu UGD , membantu sang supir menurunkan korban . setelah dia menaikan korban ke brankar korban di bawa ke ruang UGD di susul sang wanita paruh baya berserta supir nya. " sebaiknya ibu dan bapa menunggu di sini , biar dokter di dalam memeriksa keadaan pasien , selagi di periksa salah satu dari ibu dan bapa bisa mengurus administrasinya. " "baik sus" ucap sang supir , kemudian perawat berlalu ke ruang ugd. dia melihat tangan majikan nya bergetar spertinya majikan nya masih syok "nyonya biar saya saja yang mengurus administrasinya . " "baik mang ,ini ada uang untuk deposit dulu sisanya nanti saya yang urus " sang supir mengangguk dan meninggalkan sang majikan sendiri. "Ya Tuhan mudah-mudahan gadis itu selamat dan baik-baik saja" ucap nya dalam hati . kemudian dia teringat akan suaminya ,dia merogoh ponsel di tas nya dan menlpon suaminya. Tutt...tutt..tutt... "Hallo, Assalamualaikum mi , umi masih dimana kenapa belum sampai rumah?" tanya sang suami begitu telphone di angkat "waalaikumsalam ,Bi . . umi sekarang ada di rumah sakit , mang diman menabrak seseorang " ucapnya bercampur isak tangis "Astagfirulloh , bagaimana bisa mi ? umi sekarang di rumah sakit mana ??" "umi di rumah sakit harapan bangsa di daerah bekasi bi " " ya sudah abi dan arkhan akan kesana, umi di situ yang tenang ya , banyak istigfar ." "baik bi umi tunggu ,Assalamualaikum " "waalaikum salam ." setelah tlp di tutup ,tiba-tiba seorang dokter keluar dari kamar rawat . cklek . . . "Apakah ibu keluarga pasien??" tanya sang dokter , "bukan dok ,tapi saya dan supir saya yang membawanya kemari, bagaimana keadaan nya sekrang dok? apa ada luka serius? " tanya sang wanita paruh baya "begini bu , saya seharusnya menjelaskan kondisi pasien kepada keluarganya , apa keluarganya ada?" "saya tidak tau siapa keluarganya dok , supir saya tadi tidak sengaja menabrak pasien dok , jadi saya belum menghubungi keluarga nya karna tidak ada identitas gadis tersebut , bisakah dokter jelaskan pada saya saja? saya akan bertanggung jawab penuh kepada pasien dok?" "oh baiklah kalau begitu , kondisi pasien saat ini tidak ada yang perlu di khawatirkan sepertinya dia pingsan karna syok dan juga karna kelelahan , mungkin hanya luka tubuh di bagian luar itupun tidak terlalu serius , saat ini pasien sedang istirahat nanti setelah sadar saya akan memeriksanya kembali . " ucap sang dokter "Alhamdulillah terimakasih dokter " ucap sang wanita tersenyum penuh syukur. "sama-sama bu sudah kewajiban saya sebagai seorang dokter menolong pasien , mari bu saya tinggal masih banyak pasien yang harus saya tangani." "baik dokter ".
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN