Derap langkah kaki dua orang laki-laki berbeda generasi terdengar begitu nyaring di sebuah lorong rumah sakit ,langkah kaki yang tergesa-gesa serta raut wajah yang terlihat begitu cemas , langkah kaki mereka semakin dekat ketika melihat seorang wanita paruh baya sedang duduk dan tampak gelisah .
"umi..."
"umi..."
dua pria itu memanggil sang wanita paruh baya berbarengan .
"Abi , Arkhan . . . " sang wanita paruh baya menghampiri dua pria tersebut ,dan memeluk pria paruh baya yang ia panggil abi,
" bi umi takut , umi sangat cemas ", ucap nya lirih .
" iya mi tenang ya ,umi yang sabar ,istigfar mi insyaalloh semua nya akan baik-baik saja mi . " ucap sang suami Adam muhammad said, ia memeluk sang istri tercinta atikah khoirunnisa ,yang ia panggil umi.
"Mi sebenernya ini gimana kejadian nya bisa nabrak gini mi?" ucap sang pria yang umi atikah panggil Arkhan, ya dia Arkhan Said Ramadhan anak dari umi atikah dan abi adam.
" Tadi kan hujan begitu deras , dan jalanan begitu sepi tiba-tiba saja mang diman serasa menyerempet sesuatu , dan terdengar suara teriakan kesakitan seseorang , jadi mang diman berhenti karna sepertinya mang diman menabrak seseorang ,saat mang diman turun ternyata dia menabrak seorang wanita khan, kemudian umi turun dan melihat seorang gadis yang terbaring telungkup di sisi semak-semak , saat umi cek ternyata dia masih bernafas dan kemudian umi juga mang diman membawa perempuan itu ke rumah sakit ini" jawab umi tikah pada arkhan .
"Astagfirulloh mi lalu bagaimana sekrang gadis itu?" tanya arkhan
" dia sekarang sedang istrahat kata dokter keadaan nya baik-baik saja hanya lelah dan beberapa luka di luar tidak terlalu serius , "
"syukurlah kalo begitu abi lega mi ." ucap adam sang suami .sedangkan arkhan hanya mengangguk
" lalu mang diman mana mi?"
" mang diman sedang ke bagian administrasi mengurus pembayaran Ar,"
"Ar. . .sebaiknya kamu susul mang diman takut ada yang tidak dia mengerti?" perintah sang abi
"baik bi arkhan pamit nyusul mang diman dulu ." ucap arkhan ,kemudian berlalu
" bi sebaiknya kita tunggu di dalam takut nya gadis itu sadar dan butuh sesuatu?"
"iya mi ayo kita ke dalam umi juga kelihatan nya lelah sekalian istirahat di dalam ."
"iya bi." jawab umi tikah kemudian mereka masuk berbarengan .
Anindira pov****
Seorang gadis yang terbaring lemah , kini mulai membuka mata perlahan-lahan , pandangan nya tertuju pada nuansa kamar putih dan bau obat-obatan begitu menyengat , penglihatan nya masih sedikit kabur dan tidak jelas.
"Ya tuhan dimana aku sekarang , kenapa tiba-tiba aku ada disini?" ucap sang wanita dalam hati
"arkh......" dia meringis kepala nya terasa pusing.
" Astagfirulloh nak kamu udah sadar , apa ada yang sakit ". terdengar suara wanita begitu asing di telinganya .
" air, haus ..." ucap sang wanita parau, kemudian dia membuka mata dan melihat seorang wanita paruh baya berkerudung yang terlihat sangat cantik di usianya ,dia menyodorkan air padanya dan membantu sang wanita duduk.
"Terimakasih bu airnya ," ucap sang wanita terdengar begitu parau setelah meminum air nya.
"sama-sama nak , gimana keadaan kamu sekarang ? apa ada yang terasa sakit?" tanya sang ibu ,wajahnya terlihat begitu cemas .
"sa...saya, dimana bu? lalu ibu siapa" tanya nya
"kamu di rumah sakit nak , tadi supir saya tidak sengaja menabrak kamu, maafkan ibu dan supir ibu ya nak"ucap sang ibu begitu lirih.
" di rumah sakit bu , Astagfirulloh . . . " lirih sang wanita.
"arkh...." tiba-tiba kepalanya terasa pusing .
"ya Alloh nak kenapa ? apa yang sakit?biar ibu panggilkan dokter " ucap nya panik
" tidak usah bu ,saya hanya sedikit pusing ,tapi tidak apa tidak usah memanggil dokter bu" ucap nya
" maaf ya nak kamu harus seperti ini karna ibu?"
" tidak usah meminta ma'af bu mungkin ini sudah takdir ,saya tidak apa-apa bu?
"kamu yakin?"
"iya bu saya ga papa ." ucap nya tersenyum sendu.
" Alhamdulillah, syukurlah nak kalo kamu udah baikan ."ucap sang ibu penuh kelegaan .
" siapa namamu nak ?"tanyanya kembali
"saya Anindira bu, Anindira shirly Alnaira panggil saja dira bu." ucap dira tersenyum
" cantik sekali namanya seperti orang nya , nama ibu atikah panggil saja umi tikah nak tidak usah memanggil ibu"ucap umi tikah tersenyum .
"baik umi, terimakasih karna sudah membawa dira kerumah saki mi"
"sama-sama cantik ,kalo boleh tau rumah dira dimana ? atau kamu ingin mengabari keluarga kamu bahwa kamu dirumah sakit?" ucap umi tikah .
"emmh . . umi ,sebenarnya dira anak yatim piatu , orang tua dira sudah lama meninggal dan keluarga dira jauh. . " ucapnya sendu , dalam hati dia meminta maaf kepada nenek nya karna tidak mengakui keberadaan nya ,dira sungguh belum mau pulang .
" Astagfirulloh maafin umi ya nak , umi tidak tau ? " ucap umi tikah merasa begitu bersalah , umi tikah menatap dira iba , di usia nya yang keliatan masih muda harus hidup sebatang kara.
" tidak apa- apa umi ," dira tersenyum sendu.
" lalu kamu mau kemana nak, di tengah malam dan dalam keadaan hujan kamu berjalan sendirian?" umi tikah mengingat saat kejadian tidak ada seorang pun dekat dira ,hingga umi tikah mengira sepertinya dira keluar sendirian
" sa...saya ,mau mencari pekerjaan umi,saya baru tiba di kota ini tadi siang , namun karna kecerobohan saya yang sudah kebelet ingin ke toilet ,barang-barang saya tinggal dekat wc, saat saya kembali ternyata barang nya sudah tidak ada ."ucap dira sendu
"ya Tuhan maafkan aku karna telah berbohong pada umi tikah ,sungguh aku tidak ingin dulu pulang" ucap dira dalam hati.
"Astagfirulloh kasihan sekali kamu nak "ucap umi tikah membelai surai dira yang tertutup kerudung.
cklek....
Suara pintu kamar inap terbuka, kemudian tampak lah seorang pria paruh baya yang tidak aku kenal memasuki ruangan ku.
" Assalamualaikum, "
" Waalaikumsalam ," jawabku dan umi tikah berbarengan,
"loh korban nya sudah sadar mi " tanya nya pada umi tikah ,aku hanya diam dan tersenyum kepadanya.
" iya bi alhamdulillah " ucap umi tikah .
" Alhamdulillah syukurlah , " ucap nya sambil melirik ku .
" oh ya dira kenalkan ini suami umi namanya adam ,panggil saja abi adam ya nak,iyakan bi"
" iya mi. ." ucapnya tersenyum
" perkenalkan saya Anindira pak, eh abi maksudnya panggil saja saya dira ." ucap ku tersenyum kikuk.
" nak dira gimana keadaan nya sekarang, apa ada yang sakit?" tanya abi adam pada dira
" Alhamdulillah bi dira baik2 - baik aja bi "
"syukur alhamdulillah kalo nak dira baik-baik saja . lalu rumah nak dira dimana? ada nomor keluarga yang bisa di hubungi biar abi telphone?
" emmm...sebenarnya saya ...."
" bi dira ini yatim piatu , keluarganya di luar kota , nah nak dira ini ke kota ini ingin mencari pekerjaan ,lalu saat baru tiba di kota ini barang2 nak dira hilang saat di tinggal ke toilet bi" sebelum dira menjawab umi tikah sudah lebih dulu menjelaskan.
" Astagfirulloh kasihan sekali kamu nak , " ujar abi adam iba
" bi gimana kalo nak dira kita ajak saja pulang , bantu2 di pesantren sambil bantu jagain aisyah ,?
" abi sih setuju-setuju saja kalo nak dira tidak keberatan bantu2 d pesantren sambil jaga aisyah ,"
" gimana sayang mau ya ???"
" mau umi dira mau , kalo umi dan abi tidak merasa keberatan dira mau ?" ucap dira sumringah .
"ya Alloh akhirnya aku dapat tempat tujuan terimakasih ya alloh , dan maafkan hamba karna telah berbohong ." ucap dira dalam hati
" ya sudah sebaiknya nak dira istirahat aja dulu ya nak ,abi sama umi mau keruang dokter dulu nanya kondisi kamu . ucap umi tikah
" baik mi, terimakasih sebelumnya mi?" ucap dira tersenyum sendu
" Sama-sama sayang ."