Gara-gara ilham

938 Kata
Anindira menatap semua orang dengan pandangan bertanya ,terutama pada Arkhan kenapa bisa anak nya Arkhan memanggil dia mommy , jujur dira masih merasa syok karna pertemuan pertama dengan Aisyah ia dipanggil mommy , padahal ini kali pertama dira bertemu. "Ai ... sayangnya daddy ,sini liat daddy nak? "ucap Arkhan lembut pada sang puntri yang kini di pangkuan dira memeluk erat dira seolah takut berpisah, mendengar suara sang daddy memanggil Aisyah pun menoleh menatap sang daddy dengan muka yang merah karna sempat menangis begitu menggemaskan ,seandainya keadaan nya tidak seperti ini arkhan pasti sudah menciumi seluruh wajah sang putri . "Ai . . .dengar daddy ,yang sedang ai peluk itu namanya tante dira sayang, bukan mommy ai , kan daddy udah sering bilang ke ai kalo mommy sudah bahagia di syurga sana ." ucap arkhan memberi ai pengertian , bukan nya mengerti sang putri malah berteriak dan menangis. "ndak daddy , ini mommy nya ai . . pokonya ini mommy nya ai . " raung aisyah menangis . "cup . . .cup . . . sayang udah dong jangan nangis , " ucap dira sambil memeluk aisyah dan mengelus punggung nya . " mas udah biarkan dulu . . " ucap dira pada arkhan . " Ar biarkan saja ,Ai mungkin hanya sedang rindu ibunya " ucap umi tikah pada arkhan karna merasa kasihan pada sang cucu . "ngga bisa mi , aisyah harus di beri pengertian . " "Aisyah sayang sini sama daddy nak, dia bukan mommy nya ai nak? " ucap arkhan sambil menghampiri sang putri dan berusaha mengambil aisyah di pangkuan dira ,namun aisyah malah makin menangis meraung sambil memeluk erat dira. "ndak ini mommy ai , daddy jahat " raung aisyah "Stop mas udah biarkan dulu . "ucap dira menghentikan arkhan yang memaksa sang putri agar pindah ke pangkuan nya "Diam . . jangan ikut campur " tekan Arkhan menatap tajam dira . " Aisyah salsabilla Ramadhan said ,dengarkan daddy dia bukan mommy kamu " teriak arkhan pada sang putri karna aisyah trus menangis . "Arkhan cukup " bentak sang abi . arkhan pun diam seketika saat sang abi angkat bicara . "Aisyah sayang nak liat kakek , Ai jangan nangis iya tante dira mommy nya ai udah ai jangan nangis , bisa liat kakek sekarang sayang ?" mendengar suara lembut sang kakek aisyah pun menoleh pada sang kakek. "benal kakek ini mommy nya ai kan ??" "iya sayang coba ai tanya langsung sama mommy nya ?" "mommy ,mommy nya Ai kan?" tanya nya pada dira dengan suara yang masih segukan karna menangis , dira menatap semua orang terutama arkhan dengan terpaksa arkhan pun mengangguk. "iya sayang mommy dira mommynya ai , Ai jangan nangis lagi ya sayang ?" jawab dira sambil menghapus air mata aisyah "yeay , sekarang ai punya mommy, mommy g bakal tinggalin ai lagi kan ?" tanya aisyah matanya mengerjap lucu begitu menggemaskan "iya sayang mommy akan selalu sama ai , dan g akan ninggalin ai " ucap dira tersenyum . membuat aisyah begitu bahagia. "Ai sayang ,nenek mau tanya boleh? tanya tikah pada aisyah lalu aisyah menatap sang nenek lalu mengangguk. "sayang, kan ai sebelumnya belum pernah ketemu mommy dira kok ai bisa langsung tau kalo mommy dira itu mommy nya ai ?" tanya tikah pada sang cucu sungguh dia masih penasaran kenapa sang cucu bisa mengira dira mommy nya. kini arkhan dan abi adam pun memandang aisyah karna mereka berdua sama tidak mengerti dan ingin tau kenapa aisyah mengira dira mommynya. "kalna kata om ilham cemalem , kalo ai nangis terus, besok ai g bakal ketemu mommy , telus kata om ilham juga kalo ai berenti nangis becok ai bakal diajak daddy ketemu mommy sama nenek , nah kan tadi daddy ajak ai pelgi pas sampe cinih ai liat nenek lagi sama mommy jadi ai langsung tau dong kalo ini mommy nya ai " ucap aisyah pada sang nenek ,membuat semua orang melongo kecuali dira karna tak tau siapa itu ilham . "Ilham awas kamu." geram arkhan pelan . " dasar bocah gemblung " ucap sang abi ikut geram . "Astagfirulloh , anak itu bener-bener ." umi tikah menghela nafas . . "umi siapa ilham ?" tanya dira " nanti kalo udah sampe psantren kamu bakal tau ." jawab umi tikah "sudah-sudah ini sudah mau sore ayo kita pulang . " ucap abi adam " Aisyah sini kamu sama daddy , mommy nya pasti masih sakit g kuat gendong ai ke mobil?" ucap arkan "Ndak mau ai malah sama daddy ,ai sama kakek aja" ucap sang putri . Arkhan menghela nafas . "Awas kamu ilham dirumah ."geram arkhan dira menahan tawa melihat exspresi wajah arkhan yang kesal ,terlihat menggemaskan . "Astagfirulloh apaan sih dir, dosa liatin yang bukan mahram " dira beristigfar dalam hati . "sini nak dira kasih aisyah nya ke abi "ucap abi adam "loh ga papa bi dira kuat kok gendong aisyah ?" ucap dira "sudah Ra kasih aja ke abi,kamu masih sakit ayo umi papah ke depan . aisyah sama kakek ya. " "iya nek." ucap aisyah . "ya sudah kalian semua tunggu dulu di lobi sebentar arkhan mau urus administrasi sebentar , sama ambil mobil di parkiran ." "ya sudah kami tunggu di lobi kamu jangan lama " "iya bi. " Kepulangan dira ke kediaman orang tua nya sudah abi adam beritahukan ke Arkhan di tlp kemarin ,jadi arkhan sudah tidak bertanya-tanya lagi karna sang abi sudah menjelaskan keadaan dira padanya ,namun entah mengapa arkhan masih merasa ada yang janggal ,dan kalo dilihat wajah dira terasa familiar ,tapi siapa entahlah yang jelas dari tatapan nya pada aisyah arkhan merasa dia gadis yang baik .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN