Bab 72. AYRA QISTINA

1749 Kata

Teriakan tertahan Anggun dan juga cakaran kukunya di pinggang Agung menandakan dia sungguh kesakitan luar biasa. "Ya Allah, sakit sekali!" gumamnya seraya menangis terisak. "Aku belum mau mati ya Allah!" gumamnya lagi. Dia teringat alasan nomor satu ibunya saat memaksanya menikah dengan Agung. Dalam hati dia berdoa agar di jauhkan pemikiran dan hati busuk seperti milik ibunya di kemudian hari. Agar Anggun tidak pernah menggunakan kesakitan yang dia alami sekarang untuk menekan putrinya di masa depan. Malam hari, suasana jalan yang lengang menguntungkan mereka dan mereka tiba dengan cepat di rumah sakit. "Suster tolong! Istri saya mau melahirkan!" ucapnya ketika tiba di depan IGD. Wajahnya terlihat panik dan takut saat Anggun di dorong ke kamar persalinan. Dilakukan pemeriksaan pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN