Seminggu kemudian ... Barbara yang sudah jauh lebih baik bersantai di taman belakang rumah, ia ditemani dua orang pelayan. Ada beberapa camilan di atas meja, dan secangkir teh hangat. Yah ... memang Barbara sejak kembali ke tempat itu tidak mendapatkan kurungan dari William. Ia dibebaskan dengan syarat tetap sehat, tidak melupakan jam makan, sampai pada minum s**u dengan rutin. Walau William tidak menginginkan anak itu, tapi sebagai seorang suami dan juga pria dia cukup bertanggung jawab. Itulah alasan Barbara tidak ingin memancing pertengkaran, dan menuruti apa pun perkataan William selama perkataan itu adalah sesuatu yang benar. “Nyonya, apa Anda memerlukan sesuatu yang lain?” Barbara yang sejak tadi hanya diam sambil menatap ke arah air mancur melirik, ia menghela napas, dan men

