-BAB 107-

2148 Kata

Kepergian William yang begitu tiba-tiba membuat Kinara bingung, wanita itu juga tidak mengulur waktu, melaporkan kejadian yang ada kepada Tuan Mark. Ia berharap pria tua tersebut bisa menyelidiki ke mana William akan pergi, ia berharap tidak ada hal buruk yang membuat William terburu-buru seperti tadi. Dalam hatinya Kinara terus saja berdoa, dan tanpa sadar panggilan yang dilakukannya ke Tuan Mark sudah tersambung. “Kinara, ada apa ini?” Kinara yang mendengar suara Tuan Mark lantas keluar dari lamunannya. “Kakek, William baru saja meninggalkan rumah, dan dia terlihat sangat terburu-buru.” “Baiklah, terima kasih atas informasinya.” Baru saja Kinara ingin menjawab, tapi panggilan telepon langsung mati begitu saja. Ia menghela napas panjang, dan matanya kembali menatap ke arah pintu kel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN