-BAB 109-

1095 Kata

Tuan Mark masuk ke dalam rumah cucunya dengan wajah masam, ia bahkan tak peduli pada saat Mariana dan semua pelayan menyapa ramah dirinya. Di dalam benaknya saat ini hanya ada kepentingan yang tak bisa diabaikan, keinginannya hanya langsung datang ke ruangan kerja sang cucu. Ia perlu menyelidiki banyak hal, ia ingin mencari tahu apa yang dirahasiakan William darinya selama ini. Cucunya menjadi kian aneh, membuat tekanan batin pada dirinya. Melihat Tuan Mark dalam kondisi yang sangat tidak baik, Mariana memerintahkan semua pelayan untuk masuk kamar. Ia akan bicara, dan melihat semua hal yang dilakukan oleh Tuan Mark, lalu bergerak jika pria tua tersebut memerlukan bantuan. Tidak memerlukan waktu lama, semua pelayan yang ada segera bergegas. Mariana langsung menyusul kakek majikannya ke l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN