"Dika, aku baru ingat bahwa aku kesini untuk menghadiri acara pertunangan Dina juga." Sayup-sayup Dika mendengar pekikan kecil dari Alisha. Mata yang baru sebentar menutup kini kembali melebar terbuka dengan tubuh yang duduk tegak menatap Alisha. "Kapan acara pertunangannya?" tanya Dika yang melihat raut wajah khawatir serta gelisah yang terpatri. "Besok." jawab Alisha menggigit bagian bawah bibirnya gemas. Gemas akan kebodohannya sendiri dan juga kecerobohannya. Bagaimana bisa ia melupakan acara pertunangan sahabatnya yang merupakan tujuan kedua ia kesini? Alisha benar-benar melupakan hal penting itu dikarenakan pertamuannya dengan Dika. Nama yang telah tertera dalam batu nisan beberapa waktu lalu, tanpa mengetahui kebenaran yang pasti siapa jasad yang terkubur di bawahnya. "Kenapa ti

