026

1052 Kata

"Papa, hujan ... itu hujan." Tunjuk Dzikra seraya menyentuhkan telunjuk mungilnya itu ke permukaan kaca jendela yang dingin. Butiran salju yang menempel terbawa angin membuat kaca basah dan sedikit berembun. "Dingin." ucap Dzikra seraya mendekatkan jari telunjuknya ke wajah Dika membuat laki-laki itu meniupnya secara spontan. Menghangatkan jemari putranya yang mengeluh dingin. Dzikra tersenyum lebar dan memaksa Dika melepaskan genggaman di telapak mungilnya. Dika tak mengerti dengan sikap sang anak yang demikian, namun kemudian terlihat tangan kecil itu kembali dengan sengaja menyentuh jendela dan kembali mengarahkan kepada sang papa agar menormalkan suhu kulitnya lagi. Dika-pun terkekeh kecil dan dengan senang hati menuruti keinginan putranya yang antusias penuh keingintahuan. "Papa, l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN