017

1030 Kata

Ruangan itu putih. Terlampau terang dengan semua ornamen putih bersinar. Tak ada jendela maupun ventilasi yang berfungsi menyaring udara. Ranjang kecil yang terletak di tengah ruangan menimbulkan sedikit gerakan tat kala tubuh yang berbaring membuka mata. Matanya menyipit dan kedua tangan terangkat menutupi cahaya yang menusuk indra penglihat. Dan saat itu sang lelaki sadar bahwa ada bekas luka sodetan di beberapa tempat kedua tangannya. Dika mengerang lirih kala tubuhnya terasa kaku dan nyeri digerakkan. Ingatannya berputar mengingat kenapa ia bisa berakhir di tempat yang tak diketahuinya. Kliasan balik menerpa dirinya membuat beberapa sengatan menyakitkan dalam kepalanya. Namun hal terakhir yang teringat adalah ketika ia sedang berada di bandara hendak memasuki pesawat sebelum bebera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN