Secepat mungkin aku kembali dengan folding bow dan tabung panah yang talinya kuselempangkan di bahu, Aku cukup percaya diri menggunakan senjata ini di dalam gelap, alih-alih revolcer itu. Tidak lupa aku mengambil sebuah kain untuk alas duduk kami dan jaket. Kenapa aku mengambil kalian. Karena agaknya aku tahu ke mana ia akan membawaku, jadi aku mengambil kain dari tumpukan pakaian yang aku lipat siang tadi. Dalla menceritakan tentang lokasi kencannya itu padaku ketika aku membantunya memasaknya tadi. “Jika suatu hari kau diajak seseorang untuk mengobrol berdua dan butuh tempat yang mendukung.” Dalla mengedipkan sebelah mata sambil menyenggolku dengan bahunya. Jamie menaikkan alisnya tinggi dengan kedua tangannya yang penuh dengan lentera dan botol-botol jus. Ia membuka pintu kasa pintu

