Aku yakin aku sedang bermimpi saat ini karena hal ini tidak mungkin terjadi. Aku dan Jamie berada di atas bukit lagi. Duduk bersisian dan aku yakin aku tertawa akibat kejadian Puerto Rico lagi. Namun tidak seperti kejadian yang sebenarnya. Jamie sudah mengulurkan tangannya ke bawah daguku dan kami duduk sangat dekat sehingga aku bisa melihat matanya yang sangat jelas menatap bibirku. Lalu dengan amat perlahan wajahnya mendekat... Aku bisa merasakan sapuan halus bibir Jamie di bibirku sebelum aku mendengar suara tercekik. Celin datang sambil memegang leher dan satu tangan yang lain memegang boneka yang aku tidak kenali. Celin tidak pernah suka boneka sebelumnya. Sela-sela jemarinya yang memegang leher itu mengeluarkan darah merah pekat. Suaranya bergetar ketika ia berkata, “Bagaimana kau

