Perdebatan kami setelahnya terdengar seperti perdebatan yang dilakukan seorang pasangan suami-istri yang sudah menikah lebih dari sepuluh tahun. Aku sudah menduga Jamie akan sangat keras kepala untuk beberapa hal. Terlebih lagi tentang status pekerjaannya. Ia menyebut dirinya seorang artis. Walau aku yakin tidak semua orang menganggapnya sebagai artis. “Berhenti kalian!” Itu Ibu Jamie yang membuatku langsung menutup mulutku rapat. Beliau membawa setumpuk piring kotor di tengah-tengah kami. Aku melihat Jamie sedang menahan tawa. Bahkan ketika ibunya memberinya peringatan. “Dan kau , anak muda. Jangan coba-coba bertindak aneh-aneh di depanku lagi.” “Lalu bagaimana jika di belakangmu, Mom?” Aku tidak percaya Jamie berani berkata seperti itu. Sebagai hadiahnya ia mendapatkan tarikan kuat

