"Jangan menangis, sial!" umpat Adrian kesal melihat istrinya menangis. "Jangan temui wanita itu, Ko!" Berlian mengusap air matanya. "Jangan mengurusi hidupku!" "Aku berhak melarangmu karena aku istrimu." "Cih!" Adrian berdecak kesal. Berlian menatap suaminya dengan manik mata berkaca-kaca. "Kalau kamu nekat, aku akan mengadu pada Papi!" "Kamu berani mengancamku, hah!" Adrian melotot. "Ya, aku berani, bahkan aku bisa melakukan lebih dari itu!" ancam Berlian dengan tatapan menantang. "b******k! Wanita gila!" "Ya, aku memang wanita gila. Aku gila semenjak aku mengenalmu." Adrian menatap Berlian lalu memalingkan wajah sambil mengepalkan tinjuan ke samping. "Kembali ke tempatmu!" desis Adrian. "Tidak akan, tanpamu." Berlian memegang lengan Adrian. "b******k!" Adrian menepis genggam

